Wamen LH Minta Perusahaan Swasta Buat Sekat Kanal di Kalbar
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengumpulkan sejumah perusahaan swasta di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk menginstruksikan pembuatan sekat kanal guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut, dilansir dari Detikcom.
Pertemuan koordinasi di lokasi titik api tersebut dihadiri oleh pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, BPBD Kalbar, serta perwakilan tujuh perusahaan swasta area sekitar. Langkah pemadaman dan pencegahan dinilai mendesak mengingat dampak kabut asap yang terus meresahkan masyarakat.
Berdasarkan data BPBD Kalimantan Barat, luas karhutla di wilayah tersebut telah menembus lebih dari 30.000 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026.
"Kita tidak bisa menyelesaikan (masalah karla) hanya dengan satu upaya, perlu upaya lain dan bantuan semua pihak, di hulu kami (Kementerian Lingkungan Hidup) cegah dengan surat edaran Menteri LH tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, membina Masyarakat Peduli Api, membangun UPT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove. Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerja sama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," kata Diaz.
Pengawasan ketat dan ketersediaan air secara konsisten sangat diperlukan karena karakter kebakaran di lahan gambut mampu menjangkau hingga lapisan tanah bagian dalam.
"Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, api nya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerjasamanya," kata Diaz.
Penanganan intensif ini menjadi perhatian nasional karena tingginya intensitas kebakaran yang terjadi secara berulang setiap tahunnya di kawasan gambut tersebut.
"Saya sudah cek lahan gambut terbakar, memang ini kejadian luar biasa hingga Presiden pun turut meninjau. Ini kejadian yang berulang terus, saya rasa tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu cara atau satu instansi saja," kata Diaz.
Selain peninjauan, KLH/BPLH menyalurkan bantuan berupa 5 unit alat pemadam dan 10 boks masker. Bantuan dari PT Antam Tbk. berupa 1 paket sumur bor dan 5 boks masker medis turut diserahkan bagi warga terdampak di Desa Batu Ampar.
"Saya terima kasih sekali lagi bagi yang sudah membantu, kalau ada masalah bisa hubungi kami atau Kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait, ujungnya ini semua untuk Kalimantan Barat, untuk Indonesia," kata Diaz.