Wapres Gibran Buka Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari

Share

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka resmi membuka perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik Borarsi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Ajang nasional keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama ini berlangsung selama 10 hari sejak tanggal 18 hingga 28 Juni 2026 dengan diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV H. Ali Baham Temongmere melaporkan bahwa total peserta yang hadir mencapai ribuan orang, meskipun jumlahnya berkurang dari rencana awal karena kendala anggaran akibat situasi ekonomi.

"Semula direncanakan sebanyak 8.110 orang, namun karena keterbatasan anggaran akibat kondisi ekonomi kita, maka terakhir yang bisa hadir di Manokwari sebanyak 5.434 orang, belum termasuk tamu undangan serta penggembira lainnya," kata Ali Baham Temongmere, Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV.

Menurut Ali Baham, pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, sektor perbankan, dan sponsor, dengan melombakan sebanyak 12 kategori. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Jeane Marie Tulung menjelaskan bahwa wilayah Papua Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah sekaligus memegang nilai toleransi serta persaudaraan yang tinggi antarumat beragama.

"Kami juga ingin menegaskan bahwa Pesparawi XIV di Papua Barat ini mengusung misi khusus, yaitu menegaskan kembali pesan kedamaian dari timur Indonesia," kata Jeane Marie Tulung, Dirjen Bimas Kristen Kemenag. Jeane menambahkan bahwa Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta tokoh adat setempat agar seluruh rangkaian acara kedamaian ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Mari kita tunjukkan bahwa Kristen di Indonesia adalah umat yang siap berkontribusi aktif dalam membangun kedamaian dan kerukunan bangsa," tutur Jeane Marie Tulung, Dirjen Bimas Kristen Kemenag. Selain membuka acara utama, rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan oleh karnaval budaya yang diikuti oleh para peserta dari seluruh provinsi serta paguyuban suku asli maupun Nusantara yang menetap di Manokwari. Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menyatakan bahwa pawai budaya tersebut bertujuan untuk menggaungkan semangat acara sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya melestarikan warisan adat tradisional.

"Peserta karnaval berasal dari 38 provinsi di Indonesia yang mengikuti Pesparawi Nasional, termasuk paguyuban suku-suku asli dan suku Nusantara yang tinggal di Manokwari," kata Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Papua Barat.

Lakotani menekankan bahwa keberagaman busana adat dan tarian daerah yang ditampilkan oleh seluruh kontingen merupakan sebuah kekuatan untuk membangun harmonisasi dan persaudaraan di tengah masyarakat. "Karnaval budaya Pesparawi Nasional ini bentuk nyata Manokwari dan Papua Barat adalah daerah yang ramah, nyaman, penuh keberagaman, serta religius," ujar Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Papua Barat. Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan demi memberikan kenyamanan bagi para tamu yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

"Supaya tamu-tamu yang datang ke Manokwari merasa nyaman, dan nanti pulang ke daerah masing-masing dengan senyuman," ucap Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Papua Barat.

Salah satu daerah yang berpartisipasi dalam kompetisi ini adalah Provinsi Lampung yang mengirimkan total 70 orang perwakilan untuk bertanding pada enam kategori perlombaan paduan suara dan vokal. Ketua Kontingen Sesi A Lampung Erwin Debi menyatakan bahwa gelombang pertama rombongan sebanyak 27 peserta telah tiba di lokasi untuk melakukan persiapan intensif demi mengejar target medali emas.

"Yang datang hari ini merupakan peserta sesi A sebanyak 27 orang, sementara total kontingen Lampung berjumlah 70 orang," kata Erwin Debi, Ketua Kontingen Sesi A Lampung. Erwin menyebutkan kategori yang diikuti meliputi solo anak berbagai usia, solo remaja, vokal grup, serta paduan suara dewasa campuran dengan harapan bisa menembus hingga ke babak kompetisi utama.

"Kami berharap enam tangkai lomba yang kami ikuti bisa menghasilkan medali emas. Itu menjadi target yang ingin kami capai di Pesparawi kali ini," ujarnya Erwin Debi, Ketua Kontingen Sesi A Lampung. Di samping memburu prestasi tinggi, Erwin juga menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan daerahnya adalah untuk menyebarkan kesan positif serta memberikan penghormatan keagamaan melalui penampilan musik. "Yang terpenting, melalui pujian dan nyanyian yang kami bawakan, nama Tuhan dimuliakan dan Provinsi Lampung dapat memberikan kesan yang baik dalam perhelatan nasional ini," katanya Erwin Debi, Ketua Kontingen Sesi A Lampung.

Sehari sebelum pembukaan resmi, Dirjen Bimas Kristen juga telah mengukuhkan tim Juri dan Totalisator di Cafe Mansinam pada Jumat, 19 Juni 2026, guna memastikan seluruh jalannya penilaian lomba berlangsung objektif.

Setelah menghadiri agenda pembukaan Pesparawi Nasional XIV ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melanjutkan agenda kunjungan kerjanya menuju sentra pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author