Wapres Gibran Tinjau Sentra Kakao dan Buka Pesparawi di Papua

Share

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan penanaman bibit kakao, meninjau pabrik cokelat di Distrik Ransiki, serta membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kunjungan kerja di Ransiki tersebut berlokasi di kompleks perkebunan PT Ebier Suth Cokran seluas 2.000 hektare yang mayoritas mempekerjakan warga asli Papua. Kegiatan Wapres turut didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Dilansir dari ANTARA, Gibran memantau tahapan produksi dari biji kakao hingga komoditas siap jual yang juga diekspor ke luar negeri. Selepas peninjauan komoditas pertanian tersebut, Wapres menuju GOR Borarsi di Manokwari untuk membuka agenda Pesparawi Nasional XIV.

Saat memulai pidato dalam acara Pesparawi pada Sabtu malam, Gibran membagikan hadiah kepada lima perwakilan peserta anak-anak setelah menanyakan nama dan asal daerah mereka masing-masing.

"Mohon dari protokol untuk memanggil 5 perwakilan untuk maju ke depan. Sudah saya siapkan hadiah," kata Gibran.

Salah satu anak bernama Tenia yang duduk di kelas 4 SD kemudian maju memperagakan tarian tradisional menggunakan alat musik tifa di hadapan Wapres.

"Perkenalkan nama saya Tenia, kelas 4 SD. Menari tari-tari tifa berasal dari Manokwari," ucap Tenia.

Melihat penampilan tersebut, Wapres memberikan respons positif serta menawarkan interaksi lebih lanjut kepada peserta tari asal Manokwari itu.

"4 SD, seumuran anak saya ya. Kamu menari? Boleh nari enggak? Atau boleh ini tifa?" tanya Gibran.

Tenia langsung menampilkan sebuah tarian sembari memukul alat musik tifa miliknya di atas panggung.

"Oke. Jangan malu, keren kok," ucap Gibran.

Setelah berkomunikasi dengan para peserta, Gibran memberikan hadiah berupa tiga unit sepeda untuk anak-anak berukuran kecil dan menanyakan kemampuan mereka mengendarainya.

"Ini yang kecil-kecil saya kasih sepeda ya. Mau sepeda? Kamu bisa naik sepeda? Bisa?" tanya Gibran.

Anak tersebut langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Wapres.

"Bisa," jawab anak itu.

Wapres memastikan kembali kesiapan anak-anak tersebut untuk menerima hadiah sepeda yang berukuran cukup besar.

"Sepedanya gede-gede. Bisa? Bener? Kamu bisa naik sepeda?" ujar Gibran.

Setelah dijawab secara serempak oleh ketiga anak, Gibran menutup sesi pembagian hadiah sepeda tersebut.

"Oke," jawab Gibran.

Sementara untuk dua peserta yang lebih tua, Wapres memberikan pilihan hadiah alat musik berupa keyboard atau gitar.

"Nah, untuk yang gede-gede, ini ada alat musik. Keyboard atau gitar?" ucap Gibran.

Seorang peserta pria asal Aceh bernama Reda memilih instrumen keyboard, sedangkan peserta wanita lainnya memilih gitar. Gibran kemudian menanyakan mekanisme membawa alat musik tersebut kembali ke daerah asal.

"Main keyboard? Itu bisa nanti dibawa ke Aceh?" kata Gibran.

Reda menjelaskan bahwa instrumen musik tersebut dapat diangkut menggunakan maskapai penerbangan komersial.

"Bisa, Pak, masuk bagasi," jawab Reda.

Mendengar jawaban itu, Gibran berkelakar mengenai biaya bagasi pesawat yang cukup mahal dan menyebut akan ditanggung oleh bupati setempat.

"Masuk bagasi, mahal. Enggak apa-apa, dibayar bupati," canda Gibran.

Reda pun langsung menyampaikan pesan terima kasih secara spontan kepada kepala daerahnya.

"Terima kasih, Pak Bupati," ucap Reda.

Rangkaian kunjungan kerja Wapres diatur berlangsung pada 18 hingga 21 Juni 2026 meliputi NTT, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua Selatan. Di Papua Selatan, persiapan kedatangan Wapres telah dimatangkan melalui Rapat Koordinasi Wilayah di Gedung Woroucem Kesbangpol, Asmat, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Seputar Papua melaporkan rapat itu dipimpin oleh Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama perwakilan Setwapres, Paspampres, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, dan Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayor Jenderal TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.

Pada Minggu, 21 Juni 2026, Wapres dijadwalkan tiba di Kabupaten Asmat melalui Bandara Ewer menuju ibu kota Agats. Agenda kerja meliputi peninjauan Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Perpetua J. Safanpo, Gereja Katedral Salib Suci, serta diskusi langsung bersama para kepala kampung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author