Warga Pilih Piknik di Monas Pascalibur Idul Adha

Share

Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berekreasi bersama keluarga dalam mengisi momen libur Idul Adha. Seperti dilansir dari Detikcom, suasana ramai pengunjung yang membawa bekal terhampar di area taman sejak pagi hari.

Sejumlah keluarga memilih bersantai di bawah pepohonan rindang sambil menikmati suasana terbuka. Anak-anak tampak bebas berlarian di area hijau, sementara sebagian pengunjung memanfaatkan waktu untuk berswafoto dengan latar belakang Tugu Monas.

Salah satu pengunjung asal Bekasi, Siti Aisyah (38), mengaku sengaja memboyong keluarga besarnya ke Jakarta. Momentum libur sekolah yang panjang dimanfaatkan untuk mengunjungi destinasi wisata yang terjangkau dan mudah diakses.

"Karena anak-anak lagi libur panjang juga, jadi sekalian jalan-jalan ke Jakarta. Monas kan dekat, murah juga masuknya, dan memang sudah lama anak-anak minta ke sini," kata Siti saat ditemui di kawasan Monas, Kamis (28/5/2026).

Keputusan untuk berwisata pada hari tersebut diambil karena seluruh prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkungan tempat tinggalnya telah rampung. Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dihabiskan di rumah.

"Biasanya kalau libur Idul Adha kami di rumah saja habis motong kurban, tapi sekarang karena sudah selesai semua dari kemarin, hari ini kami manfaatkan buat rekreasi keluarga," ujarnya.

Rombongan keluarga ini mengantisipasi kepadatan lalu lintas dengan berangkat dari kediaman mereka sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Setibanya di lokasi satu jam kemudian, area taman luar ruang sudah mulai dipadati oleh pelancong lain.

"Takut macet sama ramai, jadi sengaja pagi. Sampai sini sekitar jam 08.00-an. Ternyata memang sudah ramai, tapi masih nyaman buat cari tempat duduk sama gelar tikar," ucapnya.

Siti dan keluarga juga mempersiapkan perbekalan khusus dari rumah agar suasana piknik lebih terasa. Salah satu menu utama yang dihidangkan adalah masakan semur yang diolah dari daging kurban yang mereka terima pada hari sebelumnya.

"Iya, sengaja banget bawa bekal. Kalau ke Monas memang lebih enak bawa bekal sendiri. Ada nasi, semur daging, kerupuk, sambal, sama minuman dingin juga wajib karena panas banget cuacanya hari ini," tuturnya.

Hidangan khas tersebut disiapkan sejak malam hari sebelum keberangkatan agar bisa dinikmati bersama di area terbuka Monas.

"Iya benar, daging kurbannya dimasak dulu semalam," ungkapnya.

Kebiasaan membawa makanan dari rumah ini dinilai memberikan keuntungan ganda bagi keluarganya. Selain menghemat pengeluaran untuk konsumsi rombongan besar, cita rasa masakan rumah dianggap lebih cocok dinikmati dalam suasana kekeluargaan.

"Pertama hemat ya, apalagi kalau keluarga besar lumayan juga kalau beli semua. Kedua, kami memang pengin makan masakan rumah," jelasnya.

Siti juga merasakan suasana kunjungan kali ini relatif lebih kondusif dan nyaman jika dibandingkan dengan masa libur nasional atau akhir pekan panjang pada umumnya.

"Sepi ya, nggak kayak liburan biasanya. Tapi malah enak begini. Anak-anak senang karena bisa lari-larian, foto-foto," ujarnya.

Setelah agenda santai di area Monas selesai, rombongan ini berencana melakukan kunjungan singkat ke lokasi lain di sekitar Jakarta Pusat sebelum kembali pulang.

"Mungkin cari es krim dulu buat anak-anak, pengen ke Lapangan Banteng, habis itu pulang. Soalnya besok sudah mulai aktivitas lagi. Yang penting hari ini anak-anak happy dan bisa quality time keluarga," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author