Waskita Karya Raih 7,5 Juta Jam Kerja Selamat Proyek LRT Jakarta

Share

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil mencatatkan 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja pada proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai, Senin (15/6/2026).

Capaian zero accident dilansir dari Bloomberg Technoz ini menjadi indikator kuat penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta efektivitas mitigasi risiko di lapangan oleh badan usaha milik negara tersebut.

Angka 7,5 juta jam kerja selamat merupakan akumulasi jam kerja seluruh pekerja proyek tanpa insiden yang mengakibatkan kehilangan hari kerja di kawasan perkotaan yang padat aktivitas.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas yang padat serta keterbatasan ruang kerja di Jakarta menjadi tantangan utama yang harus dikelola selama proses pembangunan.

"Tantangan utama (urban constraint) dalam mengerjakan LRT Jakarta 1B yang kami hadapi, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat. Maka kami sebagai kontraktor, berupaya mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja, Waskita melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola bukan dihindari," ujar Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya.

Penyelesaian proyek yang bernilai Rp4,1 triliun ini telah memasuki tahap akhir dengan realisasi konstruksi yang kini mencapai 93,37 persen.

Waskita bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro selaku pemilik proyek juga telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) berupa uji lintasan kereta sepanjang 3,6 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.

Jalur pengujian tersebut melintasi area strategis di atas ruas aktif Tol Wiyoto Wiyono kilometer 1+700 hingga 2+100, sehingga perusahaan menerapkan metode balance cantilever dengan bentang 120 meter demi menjaga kelancaran lalu lintas tol.

Monitoring survey dan pemeriksaan chamber dilakukan secara berkala setiap hari, ditambah dengan pemasangan safety net di sekeliling segmen girder balance sebagai perlindungan ekstra.

"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," tegas Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya.

Koordinasi dengan pihak Jakpro terus diperkuat untuk mempercepat sisa pekerjaan agar moda transportasi publik ini dapat segera terintegrasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat Jakarta.

Pelaksanaan uji lintasan atau train run tercatat sudah dilakukan sebanyak dua kali tanpa kendala berarti berkat kolaborasi yang terjalin antar kedua pihak.

"Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan. Seperti prinsip Jakpro yang selalu mengutamakan keberlanjutan dalam setiap proyeksinya, train run ini juga akan menjadi evaluasi internal guna mempersiapkan langkah pengujian selanjutnya," tutur Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya.

Kehadiran jalur transportasi baru ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan menjadi alternatif perjalanan yang lebih efisien di Ibu Kota.

Pihak manajemen meyakini bahwa infrastruktur modern ini akan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum yang ramah lingkungan.

"Kami optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik yang modern. Lalu memudahkan mobilitas warga serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," jelas Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya.

Waskita Karya yang melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham WSKT ini terus mengoptimalkan peran anak-anak usahanya seperti PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya Realty, dan PT Waskita Karya Infrastruktur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author