Waspadai Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan
Gejala prediabetes pada perempuan kerap kali muncul secara halus sehingga sering kali tidak disadari. Kondisi ini terjadi saat kadar glukosa darah berada di atas normal, namun belum masuk dalam kategori diabetes.
Perbedaan hormon membuat dampak kondisi ini berbeda antara pria dan perempuan. Perempuan yang mengalami prediabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi lanjutan seperti penyakit vaskular.
Seperti dilansir dari HaiBunda melalui data Verywell Health, lebih dari 80 persen individu dengan diabetes ambang batas ini tidak menyadari kondisi mereka. Tanda-tanda awal yang muncul cenderung ringan dan mudah terabaikan.
Beberapa tanda spesifik yang dapat dialami perempuan meliputi infeksi jamur vagina atau infeksi saluran kemih yang terjadi berulang kali. Perubahan siklus menstruasi yang menjadi lebih lama atau lebih berat juga menjadi indikasi lain.
Selain itu, penurunan gairah seks, rasa nyeri saat berhubungan seksual, hingga kekeringan pada vagina menjadi gejala tambahan. Faktor stres juga meningkatkan risiko perempuan terkena diabetes tipe 2 hingga hampir dua kali lipat.
Terdapat tiga gejala umum yang dapat terjadi pada pria maupun perempuan. Gejala tersebut meliputi rasa haus yang berlebihan, kelelahan konstan meski sudah cukup tidur, serta peningkatan frekuensi buang air kecil.
Dikutip dari UCLA Health, terdapat beberapa kondisi kesehatan khusus yang menempatkan perempuan pada risiko prediabetes yang lebih tinggi. Salah satunya adalah fase menopause dini yang terjadi sebelum usia 45 tahun.
Perempuan yang pernah didiagnosis mengalami diabetes gestasional saat masa kehamilan juga berisiko tinggi. Kondisi ini memicu peluang lebih besar untuk mengidap prediabetes dan diabetes di masa mendatang.
Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS menjadi faktor risiko besar karena memicu resistensi insulin. Lebih dari 50 persen perempuan dengan kondisi PCOS tercatat mengembangkan diabetes tipe 2 sebelum mereka menginjak usia 40 tahun.
Langkah Pencegahan dan Perubahan Gaya Hidup
Prediabetes sebenarnya dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi diabetes tipe 2 melalui penerapan gaya hidup sehat. Langkah yang bisa dilakukan meliputi pengelolaan stres berkala dan penurunan berat badan.
Menjaga pola makan sehat yang seimbang serta rutin melakukan aktivitas fisik juga sangat dianjurkan. Melakukan olahraga selama 30 menit sebanyak lima hari dalam seminggu memberikan dampak yang signifikan.
Penurunan berat badan sebesar 7 persen dari total bobot tubuh terbukti efektif membalikkan kondisi prediabetes. Penderita disarankan menghindari makanan tinggi gula seperti permen, kue, minuman manis, roti putih, dan biji-bijian olahan.
Penerapan diet berbasis tumbuhan atau plant-based diet juga direkomendasikan untuk membantu menurunkan berat badan. Pola konsumsi ini dinilai efektif dalam mencegah sekaligus mengobati diabetes tipe 2.