Waymo Tarik 3.900 Robotaksi Akibat Gangguan Sistem di Jalan Tol
Perusahaan taksi otonom Waymo menarik hampir 3.900 unit robotaksi di Amerika Serikat setelah sejumlah kendaraan tanpa pengemudi tersebut menerobos zona konstruksi jalan tol yang ditutup pada Juni 2026. Dilansir dari CNBC, penarikan sukarela ini dilakukan setelah Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) menerima laporan adanya 13 insiden taksi otonom Waymo yang memasuki area perbaikan jalan di Phoenix dan San Francisco. NHTSA mengonfirmasi bahwa seluruh armada yang ditarik menggunakan sistem penggerak otomatis generasi kelima, di mana kegagalan logika prioritas pada perangkat lunak membuat mobil gagal mendeteksi rambu penutupan jalan.
Laporan WIRED menyatakan penarikan ini merupakan yang keempat kalinya bagi anak perusahaan Alphabet tersebut dalam 28 bulan terakhir, termasuk insiden banjir di San Antonio pada Mei lalu.
"I identified an area of improvement regarding performance around freeway construction zones." kata juru bicara Waymo dalam pernyataan resminya. Pihak manajemen menambahkan bahwa operasional di jalan tol saat ini dibatasi sementara waktu, namun layanan di jalanan biasa dalam kota tetap berjalan normal.
"Waymo’s mission is to be the world’s most trusted driver, and the data shows that we’re making roads safer in the communities in which we operate," kata Waymo dalam surel terpisah. Perusahaan kini tengah mengembangkan pembaruan perangkat lunak nirkabel (over-the-air) untuk mengatasi kecacatan logika sistem tersebut karena belum memiliki solusi permanen saat penarikan diajukan.
"We identified an area of improvement regarding performance around freeway construction zones," ujar pihak Waymo. Langkah penarikan proaktif ini mendapat tanggapan dari pengamat industri otonom yang memantau perkembangan teknologi kecerdasan buatan. "However, until the freeway patch is deployed and validated, we believe Waymo's expansion velocity is fundamentally constrained," kata Grayson Brulte, co-founder Autnmy AI.
Saat ini, Waymo telah mengoperasikan layanan robotaksi komersial di 11 pasar Amerika Serikat dan berencana memperluas jangkauan internasional ke London serta Tokyo.