WHO Izinkan Korban Karantina Hantavirus Kapal MV Hondius Pulang

Share

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengizinkan hampir seluruh penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus mematikan untuk pulang ke negara masing-masing setelah menyelesaikan masa karantina di Belanda.

Dilansir dari Detikcom, terdapat 12 kasus terkonfirmasi dan satu kasus probable yang bersumber dari kapal ekspedisi kutub tersebut, termasuk tiga insiden kematian. Kapal berbendera Belanda ini sebelumnya berlayar dari Ushuaia, Argentina pada 1 April 2026, lalu melewati Samudra Atlantik Selatan menuju Tanjung Verde dan Tenerife untuk evakuasi, hingga akhirnya bersandar di Pelabuhan Rotterdam pada 18 Mei 2026.

Situasi kesehatan terkait penularan virus ini dilaporkan telah terkendali oleh pihak berwenang. Kapal MV Hondius sendiri telah dinyatakan boleh kembali berlayar pada 30 Mei 2026 setelah melewati proses pembersihan menyeluruh.

"Hampir seluruh penumpang dan kru MV Hondius yang menjalani karantina di Belanda kini diizinkan kembali ke rumah, termasuk warga negara asing," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui X.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kondisi di lapangan sudah aman bagi para penumpang. Pelacakan kontak erat juga tidak menunjukkan adanya penyebaran berkepanjangan.

"Karena tidak ada kasus baru yang dilaporkan maupun kematian tambahan sejak 2 Mei, situasi tetap stabil," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sementara itu, wilayah St Helena yang menjadi lokasi turunnya banyak penumpang telah mencabut status insiden besar hantavirus pada 8 Juni 2026. Pemerintah pulau terpencil milik Inggris yang berpenduduk 4.400 jiwa tersebut menyatakan isolasi berjalan sukses.

"Seluruh individu yang diidentifikasi sebagai kontak erat dan diwajibkan melakukan isolasi mandiri kini telah berhasil menyelesaikan masa isolasi wajib selama 42 hari," kata pemerintah pulau tersebut.

Otoritas setempat mengapresiasi kerja sama dari seluruh masyarakat dan pihak terkait selama masa karantina. Langkah ketat ini dinilai berhasil memutus rantai penyebaran virus langka tersebut.

"Kesabaran luar biasa" dan ketahanan mereka menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan seluruh komunitas.

Pemerintah St Helena memastikan lingkungan mereka kini sudah bersih dari paparan virus. Tidak ada lagi ancaman infeksi hantavirus bagi warga lokal.

"Tidak ada kasus aktif, dugaan, maupun kasus terkonfirmasi di pulau tersebut, dan tidak ada lagi risiko bagi masyarakat."

Hantavirus merupakan jenis virus langka yang menyebar melalui hewan pengerat dan belum memiliki vaksin atau pengobatan khusus. Spesies Andes yang menginfeksi kapal MV Hondius menjadi satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author