Widodo C Putro Tinggalkan Garudayaksa FC demi PSIS Semarang
Pelatih Widodo C Putro memutuskan untuk meninggalkan Garudayaksa FC dan bergabung dengan PSIS Semarang setelah berhasil menjuarai kompetisi Championship musim 2025/2026, seperti dilansir dari Bola.
Keberhasilan tersebut membawa Garudayaksa FC promosi ke Super League usai mengalahkan PSS Sleman lewat adu penalti dengan skor 5-4 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Widodo menyatakan bahwa dirinya tidak menerapkan formula rahasia saat menangani Garudayaksa FC karena baru bergabung di fase akhir kompetisi dengan materi pemain yang sudah ada.
"Saya tidak mengubah apa pun, tidak merubah komposisi pemain dan komposisi kepelatihan. Tetapi, materi latihan yang ada perubahan, menyesuaikan karakter pemain yang ada serta memotivasi mereka. Pemain harus cepat adaptasi dengan tactical yang saya berikan," ujar Widodo C Putro.
Keputusan mantan arsitek Bali United untuk pindah ke PSIS Semarang diambil lantaran manajemen Garudayaksa FC belum menyodorkan kontrak baru untuk kompetisi di kasta tertinggi.
"Ini dunia profesional, saya harus cepat mengambil keputusan karena setelah meloloskan Garudayaksa FC ke Super League, belum ada pembicaraan ke arah sana. Karena, PSIS salah satu tim yang intens selalu berkomunikasi dengan saya dan ada beberapa tim juga, mungkin jodohnya dengan PSIS," ungkap Widodo C Putro.
Kini, pelatih kelahiran Gresik tersebut mengalihkan fokusnya untuk membantu tim barunya yang berjuluk Mahesa Jenar agar bisa naik kasta.
Manajemen PSIS Semarang sendiri telah menetapkan target bagi sang pelatih untuk meloloskan klub ke Super League pada musim 2027/2028.
"Target pastinya dari manajemen, pencinta PSIS bahkan saya pribadi ingin meloloskan PSIS ke Super League. Harapannya, tidak mudah memang untuk mencapai target yang diusung itu. Tapi, dengan bersinergi dari semua elemen, manajemen, pelatih, pemain dan fans pecinta PSIS, mudah-mudahan apa yang kami cita-citakan bisa tercapai," imbuh Widodo C Putro.