WIKA Bangun Pengendali Banjir Tapanuli untuk Pulihkan Infrastruktur

Share

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mempercepat pemulihan kawasan Tapanuli dan sekitarnya. Langkah ini direalisasikan melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Seperti dikutip dari Detik Finance, BUMN konstruksi ini menggarap proyek sabo dam di Sungai Tukka dan Sungai Gala-Gala. Selain itu, emiten bersandi saham WIKA ini juga membangun proteksi sempadan sungai sepanjang 1,6 kilometer.

Pembangunan infrastruktur pengaman ini ditujukan untuk memberikan perlindungan optimal bagi warga di Tapanuli Tengah dan sekitarnya. Proyek tersebut menjadi bagian penting dari pemulihan sarana publik pascabencana sekaligus mitigasi risiko banjir bandang serta sedimentasi.

"WIKA mendukung langkah Kementerian PU dalam menghadirkan infrastruktur pengendali banjir yang lebih andal di kawasan Tapanuli. Melalui pembangunan sabo dam dan proteksi sempadan sungai ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko banjir bandang maupun sedimentasi, sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar," ujar Corporate Secretary WIKA Ngatemin dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Cakupan utama proyek ini memuat sejumlah pekerjaan teknis, mulai dari galian normalisasi sungai, pembuatan beton bertulang retaining wall, hingga konstruksi beton sabo dam.

Beberapa tahapan pengerjaan kini sedang berjalan simultan di lapangan. Proses yang sedang berlangsung meliputi pengecoran struktur retaining wall, pengerukan tanah untuk sabo dam Sungai Tukka, hingga pengalihan aliran air di Sungai Gala-Gala.

Proyek pertahanan banjir ini mengoptimalkan potensi daerah dengan menyerap lebih dari 150 pekerja lokal. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 90 persen dari keseluruhan total tenaga kerja yang bertugas di lapangan.

Keterlibatan warga setempat memegang peran krusial dalam menjaga kelancaran target proyek. Di sisi lain, kebijakan penyerapan ini membuka kembali lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang terdampak oleh bencana.

Guna memastikan efisiensi pelaksanaan di lapangan, WIKA memanfaatkan pemetaan digital berbasis GNSS LiDAR. Teknologi ini dipadukan dengan pemetaan udara melalui metode photogrammetry dan LiDAR.

Penerapan inovasi mutakhir tersebut berfungsi untuk menghimpun data visual dan aktual secara presisi. Alhasil, proses perancangan desain, peninjauan medan, hingga perumusan keputusan dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

Proyek rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur di kawasan Tapanuli ini ditargetkan mencapai finalisasi pada akhir tahun 2026.

Kawasan di sekitar aliran sungai diharapkan semakin aman dari ancaman luapan air bandang dan penumpukan sedimen setelah infrastruktur ini beroperasi penuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author