Willem II Segel Tiket Promosi ke Eredivisie Lewat Drama Adu Penalti
Klub sepak bola Willem II berhasil memastikan diri promosi ke kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie, setelah menundukkan FC Volendam lewat babak perpanjangan waktu dan adu penalti pada Sabtu.
Pertandingan penentu yang berlangsung dalam cuaca panas tersebut memicu emosi besar dari seluruh elemen tim, termasuk pelatih John Stegeman yang terlihat menangis di depan kamera stasiun televisi ESPN.
"I moest heel erg aan mijn vader denken, die vorig jaar is overleden. Hij was mijn grootste fan. En mijn zoon is vandaag kampioen geworden. Alles valt samen. Mijn zoon was vanochtend op het kerkhof en hij stuurde een foto. 'Opa is bij ons'. Vandaar dat ik emotioneel ben. Ik mis hem heel erg en deze is for hem." kata John Stegeman, Pelatih Willem II.
Momen emosional juga dirasakan oleh gelandang Mounir El Allouchi yang tetap memilih bermain dalam babak play-off meskipun baru saja kehilangan putri kecilnya beberapa pekan lalu.
"Ik kan wel heel veel dingen gaan roepen, maar dit is echt niet normaal" cetus Mounir El Allouchi, Pemain Willem II.
Ia mengaku bisa melewati masa-masa sulit tersebut berkat dukungan penuh dari keluarganya saat para pendukung Willem II di Volendam menyanyikan namanya dengan lantang.
"Ik denk er vaak aan. Het is gewoon een hele lastige periode geweest. Je wilt doorgaan. Ik heb een hele sterke familie. Mijn ouders, mijn vrouw…" urai Mounir El Allouchi, Pemain Willem II.
Kiper Thomas Didillon-Hödl menjadi pahlawan kemenangan setelah menepis tendangan penalti pemain FC Volendam dan maju sendiri sebagai eksekutor penentu untuk mencetak gol kemenangan.
"Ik schoot tijdens de training al goed." ujar Thomas Didillon-Hödl, Penjaga Gawang Willem II kepada ESPN.
Pemain asal Prancis tersebut menilai bahwa keberhasilan promosi ini merupakan buah dari disiplin, konsistensi, dan kerja keras yang melekat pada karakter timnya.
"Voetbal is gewoon een spelletje. Je ziet dat het team een vechtershart heeft. We hebben zo hard gewerkt. Dit is de promotie van discipline, consistentie en inspanning en elke dag hard werken." sambung Thomas Didillon-Hödl, Penjaga Gawang Willem II.
Kapten tim Justin Hoogma mengakui pertandingan berjalan sangat menguras fisik, terutama saat memasuki babak perpanjangan waktu yang dramatis.
"Ik denk dat we wel geweldig begonnen. De verlenging was kunst en vliegwerk. Iedereen zat helemaal kapot." jelas Justin Hoogma, Kapten Willem II.
Wali Kota Tilburg, Fleur Gräper, turut hadir langsung di tribune penonton Volendam untuk memberikan dukungan kepada Willem II.
"Eén groot feest natuurlijk. Dit is wat je hoopt als burgemeester dat je in je eerste maanden naar De Heuvel mag" tutur Fleur Gräper, Wali Kota Tilburg kepada Omroep Brabant.
Gräper, yang berasal dari Groningen, mengaku sudah tidak sabar untuk melihat laga antara Willem II melawan FC Groningen di Eredivisie musim depan.
"We gaan maandag een mooi feestje hebben hopelijk met elkaar. Ik kijk er enorm naar uit om volgend seizoen in de Eredivisie FC Groningen tegen te komen" tambah Fleur Gräper, Wali Kota Tilburg.
Ia juga sempat berseloroh mengenai antusiasme besarnya saat menonton di tribune hingga diminta untuk tidak merayakannya secara berlebihan.
"Ik ben een enorme voetballiefhebber en vond het superspannend op de tribune. Na het eerste doelpunt kreeg ik het vriendelijke verzoek of ik niet meer zo enthousiast wilde juichen. Ik ben bang dat ik niet heel representatief meer ben als ik op de tribune zit" pungkas Fleur Gräper, Wali Kota Tilburg sembari tertawa.
Rangkaian acara perayaan promosi dan upacara penghormatan para pemain dijadwalkan berlangsung pada hari Senin mulai pukul 15.00 hingga 19.00 waktu setempat melalui siaran langsung di televisi dan aplikasi Omroep Brabant.