Wilmar Tanggapi Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Minyak Sawit Mentah

Share

Wilmar International Limited (Wilmar) memberikan klarifikasi resmi setelah disebut oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai salah satu dari 10 perusahaan yang diduga melakukan manipulasi harga ekspor berupa tindakan under invoicing minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Pernyataan tersebut disampaikan pihak manajemen melalui keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX) pada Kamis (28/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka belum mendapatkan informasi formal perihal adanya pemeriksaan ekspor tersebut.

"Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi tentang penyelidikan yang disebutkan dalam artikel tersebut," tulis keterangan tersebut.

Kendati demikian, manajemen Wilmar menegaskan komitmen mereka untuk tetap kooperatif dengan pihak berwenang guna memahami permasalahan yang sedang berkembang.

"Kami sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran mereka," tulis keterangan tersebut.

Perusahaan juga berkomitmen untuk transparansi dan akan segera membagikan perkembangan terbaru kepada para investor jika proses hukum dari pemerintah sudah berjalan resmi.

"Jika dan ketika kami menerima pemberitahuan resmi bahwa Wilmar sedang diselidiki karena diduga melakukan under-invoicing dan transfer pricing ekspor, kami akan memperbarui informasi kepada pasar," tulisnya.

Di sisi lain, dugaan manipulasi ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/5/2026). Purbaya menegaskan pemerintah telah memegang data tersebut sejak tiga bulan lalu dan menuntut para eksportir menyelesaikan kewajiban keuangan mereka.

"Data itu sudah ada tiga bulan lalu. (Tindakannya) Nanti kita lihat apa yang terbaik, tetapi yang jelas kita nggak akan membuat perusahaan itu tutup. Dia harus membayar kewajiban sesuai dengan nanti pemeriksaan," kata Purbaya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai identitas perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar pemeriksaan ekspor CPO tersebut, Menkeu membenarkan keterlibatan Wilmar International Group dan Musim Mas Group.

"Ada Wilmar? Musim Mas?" tanya wartawan kepada Purbaya.

Menteri Keuangan langsung memberikan konfirmasi positif mengenai keterlibatan kedua grup korporasi besar kelapa sawit tersebut dalam daftar evaluasi pemerintah.

"Itu dua betul. Dua-duanya (betul)," jawab Purbaya.

Selain kedua nama besar tersebut, Purbaya menyebutkan nama korporasi lain yang terindikasi, meskipun dirinya masih memerlukan kepastian lebih lanjut untuk memvalidasinya.

"Sepertinya ada," imbuhnya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan modus operandi yang digunakan adalah mengirim komoditas CPO ke perusahaan perdagangan di Singapura sebelum dijual ke Amerika Serikat dengan selisih harga mencapai 50 persen. Menurut pemantauannya, pencatatan dokumen ekspor di dalam negeri sudah tepat, namun terjadi ketidaksesuaian saat transit di Singapura.

"Mungkin lebih ke transfer pricing ya, di sini benar, di sananya salah. Jadi data ekspor dia lebih rendah daripada yang seharusnya, 50% di bawah, kira-kira gitu," paparnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author