Xbox Berencana Pangkas Anggaran dan PHK Massal Karyawan

Share

Langkah efisiensi besar-besaran kini tengah membayangi lini bisnis permainan milik Microsoft. Seperti dilansir dari Detik iNET, CEO Xbox Asha Sharma dilaporkan sedang bersiap memotong anggaran operasional sekaligus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah besar pegawainya.

Pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan bakal dieksekusi mulai Juli mendatang, bertepatan setelah penutupan tahun fiskal perusahaan. Selain pengurangan staf, kebijakan pemangkasan dana dialokasikan pada sektor pemasaran serta beberapa divisi bisnis lainnya.

Jumlah pasti pekerja yang terdampak kebijakan ini belum diumumkan secara resmi oleh pihak manajemen. Kendati demikian, rumor yang beredar menyebutkan ada sekitar 1.000 karyawan yang akan kehilangan pekerjaan, sementara pihak Xbox sendiri memilih menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut.

Kondisi ini mencuat setelah Asha Sharma mengungkap secara terbuka mengenai persoalan finansial yang tengah dihadapi institusinya. Dirinya mengakui bahwa keadaan keuangan internal saat ini sedang tidak berada dalam posisi yang sehat.

Melalui surat elektronik internal yang kemudian diunggah pada blog resmi perusahaan dengan tajuk "Next 100 Days: XBOX Reset", terungkap data penurunan performa yang cukup signifikan. Finansial perusahaan mencatatkan margin akuntabilitas sebesar 3% pada periode fiskal ini, dibarengi penurunan pendapatan tahunan yang menyentuh angka hampir setengah miliar dolar.

"Tidak termasuk Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir, kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 billion untuk investasi berkelanjutan dalam konten, platform, dan subsidi perangkat keras kami, tetapi pendapatan tahunan kami telah menurun hampir setengah miliar selama periode tersebut. Ke depannya, ini tidak dapat berlanjut," kata Asha Sharma.

Kemerosotan ini dipicu oleh anjloknya angka penjualan pada sektor perangkat keras, absennya perilisan produk game yang sukses besar di pasaran, serta stagnasi pertumbuhan jumlah pelanggan Game Pass. Akibat tekanan kuat dari korporasi induk untuk mendongkrak margin keuntungan, manajemen telah mengambil tindakan penutupan studio, pembatalan proyek game, hingga penaikan harga dalam dua tahun terakhir.

Asha Sharma menyatakan bahwa restrukturisasi infrastruktur platform serta penataan ulang portofolio produk menjadi target utama dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Sebelumnya, ekspansi masif telah dilakukan guna memperbanyak pasokan konten mereka.

Guna mengatasi krisis keuangan ini, manajemen mencoba menerapkan sejumlah strategi pemulihan. Upaya yang ditempuh meliputi peluncuran beberapa permainan eksklusif seperti Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution, hingga kebijakan menurunkan harga tarif langganan layanan Game Pass.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author