Zulkifli Hasan Minta Kader PAN Potong Gaji Bantu Korban Gempa NTT
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta kadernya yang menjabat menteri, anggota DPR RI, dan DPRD memotong gaji sebulan untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (23/8/2026).
Permintaan ini disampaikan Zulhas di sela-sela tasyakuran HUT ke-28 PAN di Jakarta sebagai bentuk dukacita dan solidaritas terhadap korban gempa serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
"Kami turut berduka cita yang mendalam untuk saudara-saudara kita, keluarga kita yang ada di NTT, juga di Kalimantan yang terkena karhutla. Kami sudah meminta pemotongan gaji selama satu bulan untuk membantu saudara-saudara kita di NTT," ujar Zulkifli Hasan.
Dia menegaskan pemotongan gaji berlaku bagi seluruh kader PAN di berbagai tingkat, termasuk menteri.
"(Anggota) DPR kita kan banyak, DPRD kabupaten, provinsi, sampai RI. Sama, tentu saya juga kepada menteri, ya. Masa menterinya enggak dipotong," tambahnya.
Dalam acara tersebut, hadir sejumlah kader PAN yang menjabat menteri, anggota DPR, DPRD, bupati, dan wali kota. Zulhas juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengunjungi korban bencana di NTT dan Kalimantan untuk menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan uang.
"Saya sudah mulai berkunjung, tiga hari yang lalu saya sudah ke sana. (Menyalurkan) bantuan baik dalam bentuk makanan, pakaian, juga uang," kata Zulhas.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dilansir dari Detikcom, korban meninggal akibat gempa di NTT kini bertambah menjadi 91 orang.
"Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah empat jiwa dari hari sebelumnya," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Rincian korban meninggal menurut kabupaten adalah Manggarai 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 2 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.
Berton menjelaskan, dari total korban meninggal, 40 orang laki-laki, 48 perempuan, dan 3 lainnya masih dalam tahap identifikasi jenis kelamin.
"Sebanyak 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, serta 35 dewasa. Korban luka akibat gempa tercatat 1.286 jiwa," jelas Berton.
Dia menambahkan bahwa 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan 49 persen sisanya meninggal karena dampak tidak langsung.